Kamis, 23 April 2009

MENGHILANGKAN WASWAS

Salah satu "penyakit" yang kerap menghantui dan hinggap dalam hati kita adalah rasa waswas, atau mamang kalau orang jawa bilang. "Pasien" yang terhinggap waswas, pasti sangat tersiksa, karena sebenarnya dia mengalami halusinasi, merasa terjadi sesuatu yang menimpa dirinya padahal tidak terjadi. Penyakit ini jamak dan umum dialami para santri, terutama mereka yang baru saja faham fiqih.
Terkadang pas waktu sholat, dia merasa dirinya kentut, seolah-olah ada perasaan keluar angin dari duburnya. Atau ada juga yang merasa seperti keluar dari kemaluannya setiap usai dia kencing, kayak ada "crit" gitu. Ada juga yang model waktu takbir tidak jadi-jadi, niat bolak-balik, sampai orang yang dipinggirnya brebekken. Ada juga yang kena waswas dibacaan fatihahnya, satu ayat diulang sampai berkali-kali. Ada yang waswas pas tahiyyatnya. Ada yang waswas pas wudhu, niat berkali-kali, atau wudhu sampai basah kuyup semua. Ada yang merasa dirinya selalu murtad, sehingga tiap hari syahadat berkali-kali, tanpa sebab.
Anehnya, rasa waswas ini selalu datang tiap waktu sholat! Selain itu tidak. Sebenarnya ada permainan setan di sana, dia tidak ingin seorang muslim sukses melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Alloh ta'ala. Berbagai usaha dilakukannya untuk menjegal hamba-hamba Alloh ta'ala.
Dan obat dari rasa waswas ini, adalah kembali kepada si penderita, karena sebenarnya rasa waswas adalah problem yang bersangkutan langsung dengan kondisi psikologis si penderita. Tanpa ada kemauan sembuh dari penderitanya, maka rasa itu tidak akan pernah hilang.
Al-imam Assya'bi berkata : "Bagiku, sholat dengan keadaan hadats besar, lebih baik, daripada aku harus mengulangi wudhu untuk setan". Jadi? Jika sampean pas sholat merasa kok kayaknya kentut, ada cesss gitu, maka teruskan sholat sampean. Itu setan lagi tertawa sambil nyebul, niup dubur sampean. Selama tidak ada suara "dut", juga tidak ada bau yang badeg, juga tidak ada rasa slemet-slemet dari perut sampean, maka itu bukan kentut. Dan Rosul sendiri yang memberikan solusi ini.
Atau selesai kencing, sampean merasa kok kayak ada yang keluar dari Mr.P atau Mrs.V kalian, maka salah satu jalan keluarnya, siram saja pakaian kalian. Jangan sekalipun dianggap, karena sekali kalian menuruti rasa waswas itu, maka akan sulit untuk lepas. Ada juga waswas yang lain, usai sholat kadang-kadang di tubuh sampean ada najis yang menempel, "gimana ya? Batal gak sholatku, kok ada tai cecek di kakiku?", segera putuskan bahwa najis itu menimpa usai sampean sholat.
Pegang kaidah ini, jika ada rasa waswas usai kita melakukan kewajiban, maka itu asli 100% dari setan, so jangan dituruti, dan jangan ulangi sholat lagi, sudah sah sholat sampean, andai bener-bener tidak sah, jangan khawatir, Alloh Maha Pengampun.
Solusi lain, pake madzhab yang lain, selain madzhab syafi'i. sebab seperti madzhab Maliki, andai sampean sholat, dan hidung sampean ketele'an merpati, sholat sampean tetap sah.
Atau bila sampean ragu, aku punya wudhu tidak? Jika hati sampean kuat, maka ambil keputusan bahwa sampean masih punya wudhu. Jika tidak kuat, gampang, pegang saja "barang" sampean, kan sudah jelas-jelas batal. Jadi yang penting, bagaimana rasa waswas itu hilang.
Dan kerap kali penderita waswas kesulitan mengobati penyakit itu dari dirinya, maka temannya harus membantunya untuk menyembuhkannya, sebab waswas di samping penyakit jiwa, juga penyakit yang memiliki dampak sosial, bisa menular dan mengganggu temannya. Caranya? Pertama yang harus disampaikan adalah nasehat, bila tidak mempan, agak dimarahi sedikit, bila tidak mempan lagi, cara yang paling ampuh adalah, Cuma satu, dikampleng!

12 komentar:

  1. Uhmmm, bagus, bahasanya sederhana dan mengena. Aku sendiri punya cerita tentang temanku kalo wudlu selalu was-was. Cebyar-cebyur gak selesai-selesai sehingga aku yang sering melihatnya terasa terganggu. Maka ketika dia wudlu, dia aku cemplugin ke kolam wudlu yang memang dibuat sangat besar.

    Dan hasilnya? Kalo wudlu pas ada aku, dia gak lagi was-was he-he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. -❒- Cerita ngentot dewasa Seks Cewek Cantik Yang Kesepian.Cewek Jepang Putih Mulus Telanjang Bugil

      -❒- Video Hot : Kelakuan Sepasang Abg Berkerudung Ditepi Pantai..Romantis & Hot.

      -❒- Pesta Dugem : Trend Abg Jaman Sekarang.. Dunia Malam Jadi Primadona..??

      -❒- Lelaki Sandakan Pontianak Bening Seksi bugil gaul.Koleksi Photo Hot & Bugil Abg Sma Yang Lagi Naik Daun.Mulus Susunya

      -❒- Video Hot : Adegan Mesum Tyas Mirasih Dalam Kolam Renang..Mantap Cipokannya

      -❒- Video Hot : Ngintip Sepasang Abg Ngentot di Hutan Belantara.

      -❒- Senyuman Vagina : Senyuman Bibir Bagian Yang Manakah ini..?

      -❒- Senyuman Manis Gadis Spg Bispak : Permainan Ranjang Yang Hot.

      -❒- Kumpulan Gadis Manis Lagi pamer Susu Puting Mungil..Manis

      -❒- Video Hot : Ngentot Hot Dalam Bilik warnet..Nekat Banget.

      -❒- Koleksi Berbagai Gaya Ngentot Hot..mantap. Cara Membuat Wanita Terangsang Dengan Cepat

      -❒- Adegan Ngentot Hot Miyabi yang Bikin Nafsu...Akhh Ughh

      -❒- Maen Game : Koleksi Kelakuan Aneh Abg Maen Komputer Sambil Bugil.

      -❒- Colection Abg Jepang Yang Imut Denga Toket Yang Besar..Mantap

      -❒- Sekretaris Pribadi Lagi Pamer Susu & Memek Putih.

      -❒- Abg Ngangkang Pamer Memek Lubang Sempit..Menganga Gan.



      ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★
      ╔══╗═════╔╗═════
      ╚╗╔╬═╦═╦═╣╠╦╦╦╦╗
      ═║║║╩╣║║╬║═╣║║║║
      ═╚╝╚═╩╩╬╗╠╩╬╗╠═╝
      ═══════╚═╝═╚═╝══
      ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★



      This Is My Facebook Link, Add Me If You Need A Good Friend

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum, gus, dulu ana pernah was-was ketika mau melakukan kebaikan, namun alhmadulillah, akhirnya sembuh dengan banyak membaca sholawat kepada Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum..

    Hehe, setuju saudaraku.

    Allah swt memang memberikan iblis kesempatan dan kemampuan untuk menggoda manusia sampai akhir zaman. Jadi sudah sepantasnya kita melawan bisikan2 godaan syaithan dengan sekuat tenaga.. Penyakit was-was ini sudah ada dari zaman salaf dulu lho..
    Beberapa riwayat dari para imam besar, salah satunya Imam Ahmad banyak berkisar dimasalah ini..
    Artinya, memang nyata syaithanlah sebab dari penyakit ini.

    Sulitnya lagi, saudara2 kita yang terkena penyakit was-was ini memegang teguh fatwa2 ulama mazhab Syafi'i yang terkenal ketat dalam masalah thaharah..

    Dulu saya sempat kelimpungan mengurusi air yang kuurang dari 2 qullah dan terciprat sedikit najis atau air musta'mal.. Belum lagi ngurusi najis hukmiyah, itu lho najis yang wes ora ono wujude.. Ora ono bau or warnae.. Kan dalam mazhab syafi'i harus disiram sekali tuh..
    Akhirnya saya nyuci baju bolak-balik cuma karena ragu terciprat setetes air najis yang tidak ada warna, rasa dan baunya.. Yang udah kering pula! Sehingga ga keliatan lagi letaknya pada pakaian saya.. Kan di mahzab ini, jika ragu letak najisnya maka harus dicuci seluruhnya..
    Repotnya mau beribadah.

    Setelah belajar, bertanya dan membaca buku-buku fikih muqarrin.. Eh ternyata..!

    Banyak juga ulama yang mungkin ikut merasakan penderitaan seperti kita, dan meninjau ulang pendapat2 dalam mazhab imam syafi,i.. Hasilnya.. Eng ing eng..

    Banyak fuqaha era pertengahan yang mengkritik keras pendapat2 dalam mazhab syafi'i yang dinilai sangat memberatkan mukallaf secara umum.

    Diantaranya salah satu tokoh besar dalam mazhab Syafi'i sendiri yaitu Imam Ghazali, yang menyatakan mengikuti imam malik dalam masalah air(ihya ulummuddin).

    Soal najis hukmiyah, pendapat Ibnu hazm lalu ditegaskan lagi oleh Ibnu Taimiyyah tokoh besar yang kontroversial ini membantah perihal dibutuhkannya membasuh/mengalirkan air pada najis hukmiyah. Mengapa? Karena jika najis dihukumi dengan wujud serta 3 indikatornya (bau,warna,rasa) maka jika tak satupun lagi indikator yang tersisa maka apalagi yang mau dihukumi?? Illat yang menentukan sebuah hukum, maka hukumnya hilang jika illatnya hilang.

    Semoga para penderita penyakit warisan para ahli ibadah dari zaman dahulu ini diberikan kemudahan olah Allah dalam melawan penyakit ini..
    Amiin.

    Wabillahi Taufiq.

    Wass

    BalasHapus
  4. Sedikit sharing... akhir-akhir ini saya sering merasa was-was buang angin atau tidak, dan meskipun saya sudah tahu hadis Rasulullah tentang hal tersebut saya masih ragu setiap akan solat, apakah ada bau atau tidak? Alhasil di setiap solat saya sering berhenti sejenak untuk memastikan adanya bau atau tidak, dan meskipun saya akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan solat saya, setelahnya saya masih dihantui keraguan: Tadi solat saya sah atau gak ya? Bagaimana menurut ustadz? Apakah itu juga termasuk godaan setan? Apa solat saya sah? Berkali-kali saya konsul hal ini dgn ibu saya sampai beliau kesal hehehe... karena jujur, gara-gara hal ini saya jadi agak enggan untuk melaksanakan solat.

    BalasHapus
  5. infonya sangat menarik,,:)
    tapi akan lebih jelas dan lebih afdhol lagi jika anda sertakan hadits a/ riwayat yang mendukung tulisan anda tersebut
    syukron kastir :)

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, akhirnya menemukan bacaan yang sangat mencerahkan, kebetulan sangat relevan dengan yang sedang saya alami... Matursuwun mas Admin

    BalasHapus
  7. Trimakasih ustad atas info nya,, pas saya baca hehe maaah ketawa" sendiri soalnya sebagian besar dr tulisan di atas pernah saya alami, dan sampai sekarang masih ada. dan sampe sekarang masih berjuang ngelawan was'' itu (sya sampe guta ganti celana dalem pas mau solat XD)

    semoga usaha kita menghilangkan was-was ini di rido i oleh ALLAH SWT.
    Amin..

    BalasHapus
  8. saya baru tersadar, ternyata banyak juga saudara muslim yang terkena was-was. jujur, itu adalah hal yang menyakitkan. cuma satu pertanyaan saya, kenapa sudah tahu itu was-was dari syetan, tetapi "penderita" takut untuk melawan. dengan dalih, takut jika menjadi melawan Allah. kadang pikiran orang was-was, seperti tidak masuk akal dan aneh. tetapi itulah kenyataanya, dia dalam hati. sehingga tidak bisa seperti pakaian "koyak" yang tidak nyaman dipakai, lalu dibuang.
    semoga Allah membuka pintu ampunan seluasnya pada kita semua, dan Allah memberi pemakluman kepada si"penderita".

    BalasHapus